DIARE DAN DEMAM : PANIKNYA !!!

8 Agu

Ahad lalu mbak Tsabita tiba-tiba demam (uhh…setiap kali demam jadi trauma dengan kasus yang lalu). Tidak lama kemudian (hari itu juga) mbak Tsabita diare. Berusaha untuk tetap tenang. Diobservasi dulu ahh…masih lari & lompat sana sini, masih mau makan minum. Saat mandi sore saya rendam dalam air hangat selama kurang lebih 20 menit (salah satu penatalaksanaan dasar untuk demam). Mbak Tsabita sih asyik-asyik saja, senang banget bisa main air sepuasnya.

Semakin malam bukannya suhu turun, malah semakin naik (terakhir diukur 38,7 C). Frekuensi diare pun semakin sering (dari pagi sampai malam ± 8 kali, encer). Tapi karena masih mau ngemil dan minum maka saya masih tenang. Setidaknya tak akan dehidrasi . Susu tetap saya berikan seperti biasanya tanpa diencerkan. Namun, bicara khawatir apa tidak…jujur sebenarnya khawatir…hanya berusaha untuk tetap rasional. Saya lebih khawatir kalau anak saya mendapatkan obat-obat  yang sebenarnya tidak diperlukan (belum efek sampingnya…hii…). Diare bukanlah suatu penyakit. Diare adalah salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun-racun dari saluran pencernaan. Jika diare disumbat dengan semisal obat-obatan wow…bayangkan racun-racun itu ikut tersumbat di saluran pencernaan. Yang terpenting dalam menghadapi diare adalah observasi aktifitas anak, dan tanda-tanda dehidrasi.

Setiap kali anak saya sakit -yang membuat saya cukup khawatir-  maka saya selalu membuka kembali buku yang hebat-berharga-penting-penuh dengan informasi milik saya yang berisi tentang penatalaksanaan anak sakit (thanks a lot mba Riska for this book!). Buku yang berjudul “ Q&A Smart Parents for Healthy Children “  ini sangat bagussssss. Karenanya saya tidak bisa berlama-lama berpisah dengan buku ini. Saya berbagi ilmu ya? Menurut buku ini diare:

  • Diare dan muntah bukan penyakit melainkan gejala. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memikirkan penyebabnya.
  • Diare dan muntah merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari mikroorganisme, racun, dan benda asing.
  • Diare-muntah pada anak umumnya disebabkan infeksi virus dan akan sembuh sendiri (infeksi virus tidak membutuhkan antibiotik, karena antibiotik hanya untuk penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme).
  • Prinsip utama penanganannya adalah mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Berdasarkan lamanya gejala berlangsung, diare dibedakan menjadi: akut (berlangsung kurang dari 2 minggu) dan kronik (berlangsung lebih dari 2  minggu).
  • Diare akut dengan atau tanpa muntah pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Obat utamanya adalah minum banyak cairan dan oralit. Tidak diperlukan antibiotik dan obat penekan  diare atau muntah.
  • Penggunaan adsorben seperti attapulgit, kaolin, dan pektat hanya mengubah tampilan feses, tidak menghentikan proses diare, jadi bisa menyamarkan gejala dehidrasi.
  • Diare memerlukan penanganan serius apabila disertai gejala berikut: dehidrasi berat, anak sama sekali menolak makan atau minum atau muntah-muntah hebat, diare disertai darah pada feses, penurunan kesadaran, kejang, demam tinggi (suhu di atas 40, 5 C), muntah-muntah berwarna hijau, perdarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya, nafas cepat dan dangkal, diare berlangsung lebih dari 2 minggu.
  • Prinsip penanganan diare adalah: atasi kekurangan cairan dengan memberikan cairan sebanyak mungkin setiap kali anak BAB, pada diare susu tidak perlu diencerkan atau diganti dengan yang rendah laktosa kecuali bila terbukti diare disebabkan karena intoleransi laktosa, obat anti diare tidak boleh diberikan akan memperpanjang sakit dan ada risiko efek samping, antibiotik tidak diperlukan, kecuali bila terbukti penyebabnya adalah bakteri yang membutuhkan antibiotik. Cairan infus diberikan bila anak mengalami dehidrasi berat, hindari pemberian makanan tertentu apabila diare disebabkan oleh gangguan absorpsi makanan, selalu menjaga kebersihan berguna untuk mengatasi penyebaran penyakit.

Demikianlah ilmu yang saya bagi dari buku hebat karya dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed tersebut. Untuk lebih jelasnya baca saja buku tersebut.

Kembali ke mbak Tsabita. Keesokan harinya setelah saya rendam dengan air hangat (saat mandi pagi) akhirnya demam mbak Tsabita berangsur-angsur turun. Wow…it worked!!! Sepanjang hari itu hanya pup 1 kali (masih lunak tapi sudah mulai berampas banyak). Aktifitas kembali ceria seperti biasanya. Hmm…tanpa obat sama sekali!!!! Alhamdulillah….

So try to be a smart parents for healthy children!!!

14 Tanggapan to “DIARE DAN DEMAM : PANIKNYA !!!”

  1. ummurizka 9 Agustus 2010 pada 3:11 am #

    alhamdulillah de tsabita dah sembuh..,wah dapat ilmu baru ni..thanks infonya..

    • rista 9 Agustus 2010 pada 2:59 pm #

      alhamdulillah…terima kasih bude….
      hanya sharing…
      semoga kita lebih bijak dan rasional dalam menghadapi anak sakit…jangan sedikit2 obat…sedikit2 antibiotik…so try to be a smart parents!

  2. ok 11 Agustus 2010 pada 5:35 am #

    wew makasih ilmunya😀 penting sekali diketahui untuk menanggulangi sakit pada anak kecil
    smoga de tsabita ga sering2 kena diare dan demam

  3. menone 14 Agustus 2010 pada 8:31 am #

    makasih atas infonya………..bermanfaat bgt…..salam kenal

    • rista 15 Agustus 2010 pada 7:03 am #

      salam kenal…terima kasih atas kunjungannya

  4. FiyaFiya 14 Agustus 2010 pada 3:16 pm #

    Huhuhu.
    SemingGU SEbelum puasa, aq juga diare mbAk. Sampe 3 hari. Huhuhu

    Salam kenal

    • rista 15 Agustus 2010 pada 7:04 am #

      tapi sekarang udah sembuh kan? jangan sampai diare lagi ya…
      jaga makananannya….

  5. mawardi 14 Agustus 2010 pada 10:37 pm #

    Salam wah betapa repotnya ya

    • rista 15 Agustus 2010 pada 7:05 am #

      repot nggak sih pak…cuma rasa khawatir itu lo yang bikin hmmph…..

  6. wardi 14 Agustus 2010 pada 10:39 pm #

    Saya juga pernah meraskan suasana seperti ini

    • rista 15 Agustus 2010 pada 7:05 am #

      sama pak….saya lebih parah dari pada yang dialami anak saya….semoga gak terulang lagi ya pak…
      terima kasih sudah berkunjung…..

  7. Asop 24 Agustus 2010 pada 5:13 am #

    Huaaaa iya ya, orang tua harus cerdas dan tanggap dalam merawat anaknya…🙂

  8. rista 25 Agustus 2010 pada 1:55 am #

    harus dong….pokoknya jgn sedikit2 drugs minded….

  9. dian kristiani 9 Desember 2011 pada 4:34 pm #

    Saat ini anak saya yg umur 15 bln lagi diare pup-nya sampai 5 kali dlm sehari dikasih susu malah muntah…saya jadi kwatir banget,saya kasih dia pedilyte,panik banget klau menghadapin situasi spt ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: