Kesemek favoritnya

16 Jun

Saat pertama kali saya kenalkan pada buah ini (kurang lebih satu tahun yang lalu) si dia bertanya dengan penuh keheranan.”Buah apa sih ini?” aneh…mungkin begitulah pikirnya. Saya sih girang saja ketika berbelanja di swalayan dekat rumah tiba-tiba menemukan buah ini setelah sekian lama (terakhir saya makan mungkin saat masih SD) tidak pernah menikmatinya. Langsung buah tersebut menjadi salah satu penumpang keranjang belanjaan saya waktu itu, dan si dia masih saja penasaran akan buah tersebut.

Dan ketika sampai di rumah, mengupas, mencuci, dan mencicipi sedikit bagian dari kesemek tersebut… Tra..ra..ra… “Mmm…saya suka dengan rasa buah ini!!!” begitu katanya. Maka sejak itulah buah kesemek tersebut menjadi salah satu buah favoritnya. Dimana ada kesemek di situ mata coklatnya (hehe…) memandang dengan penuh arti ingin memiliki

Dan suatu saat ketika kita berkunjung di rumah seorang sahabat, mereka malah tertawa ketika saya menceritakan perihal buah kesemek yang ternyata menjadi salah satu kesukaan si dia. “Haha…itu kan buah kampung” begitu kata mereka. Namun saya dan si dia tidak ambil pusing…terserah buah kampunglah, buah kotalah, buah genitlah… tapi keeksotikkan rasanya benar-benar menggugah… dan saya yakin pasti ada manfaat baik dari buah yang mereka bilang buah kampung itu… setelah saya gugling… jreng…jreng… inilah manfaatnya…   

==============

Sepintas bentuk buahnya mirip buah apel, tak jarang disebut apel Jawa. Penampilan kulitnya yang ditempeli serbuk putih, banyak orang menjuluki kesemek sebagai buah centil yang dianggap suka berbedak.

Kesemek memiliki nama ilmiah Diospyros kaki yang diperkirakan berasal dari Republik Rakyat Cina, kemudian menyebar ke Kepang pada zaman purba dan dibudidayakan. Di Indonesia, tempat lain yang menghasilkan kesemek diantaranya Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, Jawa Barat dan Jawa Timur ditanam pada daerah tinggi dipegunungan.

Manfaat dan Kandungan Gizi

Berdasarkan riset banyak sumber, diketahui ternyata didalam buah kesemek tersimpan banyak zat kimia hebat. Diantaranya terdapat senyawa antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker, menjaga tekanan darah dan juga menghambat proses penuaan dini.
Mengkonsumsi kesemek dapat menghilangkan dahaga, menyehatkan paru – paru dan menguatkan limpa.

Satu hal penting, mengkonsumsi kesemek setiap hari dapat membantu mencegah pengerasan pembuluh darah. Terpeliharanya kelenturan pembuluh darah dan stabilnya tekanan darah adalah kunci utama terpeliharanya kesehatan jantung.

Buah kesemek mengandung 19,6 % karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa 0,7 % protein, vitamin A dan kalium. Setiap 100 gram kesemek mengandung energi 88 kal, karbohidrat 15 gram, kalsium 6 mg, fosfor 26 mg, retinol 813 mcg dan asam askorbat 20 mg.

Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar atau dapat diolah sebagai campuran kudapan. Yang terpenting petik atau beli buah kesemek yg warna kulitnya sudah berubah menjadi kuning.

Sumber: http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/kesemek-buah-centil-yang-menyehatkan

=============

So tidak ada salahnya kan kalau si dia dan saya menggemari buah yang satu ini?

4 Tanggapan to “Kesemek favoritnya”

  1. bundamahes 17 Juni 2010 pada 12:07 am #

    saya juga suka kesemek, bukan hanya sidia-mu yang kalo kami beli rujak pasti nyariin irisan si kesemek ini.

    udah mulai musim koq!

    saya liat tuh di deket mediko sana ada yang juwal, tapi blom beli sih!

    • rista 17 Juni 2010 pada 2:34 am #

      hehe…ternyata sudah banyak yang tahu ya ka kalo “si dia” ku mang suka ma kesemek….aku kemarin beli di kebayoran ka…
      tp kynya timbangannya gakpas deh…

  2. wiwikbasuki 20 Juni 2010 pada 11:25 am #

    Mengingatkan pd cita-cita dr minggu kemarin !! He eh sdh mulai musim kesemek, di dpn pasar tradisional laksana pipi tembem ketebelan bedak mereka sdh melambai-lambai. Wahai para pecinta kesemek…serbuuuu…!! Oh iya sebelum ini khan musim manggis, sdh terpuaskan kah..? Menurutku buah satu ini juga punya sensasi yuahud loh !

  3. rista 20 Juni 2010 pada 4:07 pm #

    manggis???
    kaya’e di sini gak yang semusin seperti di jatim deh mbak…
    kaya’e sethitik wae…padahallumayan suka😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: