Maafkan Ibumu Nak…(2)

30 Mei

Entahlah…sampai berapa kali saya harus  selalu meminta maaf kepada buah hati tercinta kami. Atas semua yang ia rasakan, alami, dan lalui.  Atas kesendirian dan kesedihan saat saya tinggalkan dia di rumah dengan mbaknya hanya karena keegoisan saya (seperti yang pernah saya tuturkan di “MAAFKAN IBUMU NAK…”), dan saat sekarang ketika dia harus terbaring di rumah sakit yang mungkin bisa disebabkan sekali lagi karena khilaf saya…

“Iya ibu, Tsabita harus dirawat karena typhoid nya positif, minimal 5 hari ya bu?” kata-kata dokter SpA yang baik hati itu sontak membuat saya seperti tertampar (meskipun sebelumnya saya sudah lebih dulu mengetahui hasil laboratoriumnya kalau Tsabita positif typhoid). Bagaimana mungkin?? Kok bisa?? Padahal makanan sudah saya jaga kehigienisannya, jajan di luaran juga selektif, atau ini karena kelalaian saya meninggalkan dia dengan porsi waktu pengasuhan yang kurang banyak dari saya sebagai ibunya?? astaghfirullah…

Berawal dari demam yang tak kunjung turun sampai 4 hari… sebelumnya Tsabita tidak pernah demam lebih dari 3 hari. Kali ini suhu tidak pernah jauh-jauh dari 38-38,5C. Hari ke 4 mulai tidak mau makan minum… saya sudah mulai panik (padahal saya orang yang paling rasional dan suka “anti” terhadap obat). Tapi karena sudah tidak biasa, saya mulai panik… maka saya putuskan membawa Tsabita periksa ke SpA. Hasil lab normal, diagnosa sementara adalah radang. Ohh…tenang sekali mendengar diagnosa hanya sekedar radang. Akhirnya kita pulang dengan oleh-oleh multivitamin, obat pereda panas, dan antibiotik (hiks..hiks…sedihnya…saya paling anti terhadap obat satu ini kalau tidak ada indikasi).

Sampai rumah, ternyata demam semakin tinggi sampai 40C. benar-benar tidak mau makan dan minum selain ASI. Matanya sayu, tidak mau bermain-main lagi… saya sampai terjaga hampir semalaman karena dia hampir-hampir tidak tidur. Saat-saat itulah saya mengalami puncak kelelahan setelah selama 4 malam hanya tidur beberapa jam demi menyenyakkan si kecil yang selalu rewel. Hingga suatu ketika saat dia terbangun saya benar-benar hampir frustasi. Saya berkeluh kesah pelan kepada dia memintanya supaya tidak rewel sembari menangis. Namun yang terjadi pada detik selanjutnya membuat saya semakin menangis. Karena Tsabita seolah-olah ingin mengatakan “Ummi jangan menangis, tolong aku…aku sakit ummi…”. Astaghfirullah…siapa orang yang meminta sakit? Siapa orang yang bisa menikmati rasa sakit? Apalagi pada anak sekecil ini??? MAAFKAN IBUMU NAK…MAAFKAN IBUMU…

Karena sampai sore berikutnya demam tidak juga kunjung turun, dan Tsabita tidak mau makan minum akhirnya saya ke rumah sakit lagi. Dan setelah periksa laboratorium sekali lagi ternyata typhoidnya positif… apa mau dikata?? Saya sudah menyerah pada keharusan. Keharusan dia harus dirawat dan mendapat boom antibiotik karena kali ini penyebabnya positif bakteri… Maafkan ibumu nak… sekecil ini harus merasakan antibiotik… (Tsabita baru mendapat antibiotik lagi saat dirawat ini sebelumnya dulu pernah sekali minum saat baru lahiran dan dia alergi, maka distop), harus merasakan nyerinya ditusuk jarum infuse, harus merasakan ngilunya ketika tangan mu mulai membengkak akibat infuse yang macet, harus terpisah dari teman-teman bermainmu… maafkan ibumu nak…maafkan… semoga ini yang terakhir kali engkau merasakan dirawat di rumah sakit… jangan pernah lagi…

Taman Puring, 31 mei 01:40 am

6 Tanggapan to “Maafkan Ibumu Nak…(2)”

  1. bundamahes 31 Mei 2010 pada 12:13 am #

    hiks.. get well soon mbak Tsabita!

  2. Internet Unlimited 31 Mei 2010 pada 5:27 am #

    masih perlu belajar dari master blog ini nih

    postingannya sangat informatif bro,…Terimakasih

    Bandwidth Kecepatan Internet Unlimited

  3. iin syah 1 Juni 2010 pada 3:04 pm #

    Huhuu…
    anak In juga lagi demam nih.
    Takutnya ISPA,
    tapi mudah2an gak.
    Stress emang kalo si kecil lagi sakit.
    Ngerasa gak becus jadi Bunda.
    hiks….

    • rista 3 Juni 2010 pada 2:14 am #

      wah…cepat sembuh ya mbak….

Trackbacks/Pingbacks

  1. DIARE DAN DEMAM : PANIKNYA !!! | Kumpulan Informasi Kesehatan - 8 Agustus 2010

    […] lalu mbak Tsabita tiba-tiba demam (uhh…setiap kali demam jadi trauma dengan kasus yang lalu). Tidak lama kemudian (hari itu juga) mbak Tsabita diare. Berusaha untuk tetap tenang. Diobservasi […]

  2. DIARE DAN DEMAM : PANIKNYA !!! « rista's Blog - 8 Agustus 2010

    […] Agu Ahad lalu mbak Tsabita tiba-tiba demam (uhh…setiap kali demam jadi trauma dengan kasus yang lalu). Tidak lama kemudian (hari itu juga) mbak Tsabita diare. Berusaha untuk tetap tenang. Diobservasi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: