MAAFKAN IBU MU NAK…

6 Mei

Beberapa hari yang lalu benar-benar menjadi hari yang menyesakkan buat saya. Ya Allah beratnya…(padahal orang lain mungkin menganggapnya sebagai suatu hal biasa).

Entahlah, hari-hari ini mbak tsabita menjadi lebih manjaaa, maunya ditemani oleh bapak ibunya (barengan gitu…). Salah satu pergi keluar rumah pasti ditangisinya (nak, kami sedih mendengarnya…).

Hingga suatu hari saya terjebak dalam periode seharian di tempat kerja…

Yah di suatu pagi saya harus menghadiri seminar di tempat kerja saya. Karena acaranya start jam 9, maka saya sengaja tidak berangkat bareng dengan suami, saya mengulur waktu barang satu jam untuk meluangkan waktu dengan mbak tsabita (meskipun konsekuensinya saya tiba telat di tempat seminar, terjebak macettttt).  Tapi apa daya yang sempat saya lakukan hanyalah mengajaknya berbelanja dan menyuapinya. Setelah itu saya dengan berat kaki (dan berat hati tentunya) meninggalkan mbak tsabita yang masih ingin bermanja-manja dengan ibunya.

Karena acaranya sampai siang dan kebetulan saya dinas siang, maka saya tidak sempat lagi pulang ke rumah… langsung nerus dinas siang (huff capeknya…)

Jam 10 malam saya baru tiba di rumah… sweety, bidadari kecil itu sedang tertidur pulas… hmm…hanya mampu mencium kedua pipi lembutnya…(hiks…hiks…)        

Pagi hari nya (setelah seharian berada di luar rumah) saya memulai aktifitas ibu rumah tangga lagi, diawali bangun telat (jam 4 pagi), langsung menyiapkan masakan (bekal untuk suami dan kebetulan ada acara makan-makan di unit saya bekerja)..setelah itu mencuci baju kotor yang menggunung (huff…ikhlas kok…) tapi yang membuat saya sedih bukan karena capeknya rutinitas hebat sebagai ibu rumah tangga itu…Melainkan saya tidak maksimal bermain-main dengan mbak tsabita lagi. Padahal pagi ini saya harus ke rumah sakit lagi untuk apel awal bulan. Meninggalkan mbak tsabita yang begitu tahu ibunya mau keluar rumah langsung mengambil jilbab dan sandalnya (mau ikut…) dan ketika ritual da-da dia langsung menangis keras, lengannya berusaha menggapai-gapai saya…(nak…sungguh meski sudah sekian kali ibumu ini tetap sedih melihat pemandangan ini)

Berapa jam yang sudah saya buang (semoga tidak sia-sia) meninggalkan dia bermain dengan bola warna-warni dan lego block nya. Menghilangkan waktu menyuapinya, memandikannya, dan berlatih mengeja kosakata?? Hiks…hikss…seperti inikah wanita karir di luar sana menghabiskan waktunya? Meninggalkan balita kecilnya dari pagi hingga malam…hanya sempat melihat dia mengerjapkan matanya saat bangun di pagi hari dan menemuinya lagi ketika dia sudah bermimpi indah… kapan bermain, berbicara, membelainya, menggendongnya??? Melewatkan masa-masa emasnya hanya ditemani dengan nanny-nya?? Jadi salahkah si anak kalau dia menjadi lebih sayang nanny-nya daripada ibu kandungnya sendiri?? (Tidak!!! Saya belum mampu dan tidak mau menjadi wanita dengan rutinitas seperti itu)

Astaghfirullah, hindarkan kami para ibu dari hal yang demikian… jadikan kami wanita pertama yang disayangi anak-anak kami, dan jadikan kami mampu menyayangi mereka dengan sebaik-baiknya…

4 Tanggapan to “MAAFKAN IBU MU NAK…”

  1. bundamahes 6 Mei 2010 pada 6:18 am #

    klik

    http://dlilsidta.wordpress.com/2010/05/05/me-vs-si-mbak/

    bisa dijadikan referensi bahwa yang merasakan hal “itu” bukan cuma saya dan anda🙂

  2. rista 6 Mei 2010 pada 6:23 am #

    thanks…langsung meluncur….!

  3. Maulana Mufti 27 Juni 2010 pada 10:28 pm #

    Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya demikian besar. Sebuah kisah kesabaran seorang ibu yang luar biasa, sehingga menghasilkan buah yang luar biasa juga,

    Sebuah kisah nyata yang banyak sekali hikmah disana…

    baca disini : http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/04/26/kisah-sabar-yang-paling-mengagumkan/

    mudah-mudahan bermanfaat…

  4. rista 29 Juni 2010 pada 10:18 am #

    betulllll pak….
    amiin….
    saya segera meluncur ke tempat bapak….http://www.smileycodes.info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: