> KEPEKAAN YANG MEMUDAR

19 Apr

Terkadang kita sering menjadi kurang peka perasaan..kurang peka kondisi..kurang peka bicara..
Membahas sesuatu dengan berlebih-lebihan, berulang-ulang, dibumbui dengan sedikit rasa “aku nih mampu…”
Tentang pakaian: “ihh beli aja tu baju… murah banget harganya, 50ribu!!!”
Tentang kendaraan:”Kayanya besok aku pengin beli mobil i****a aja deh, DP nya murah, gajiku & suamiku pasti mampu untuk bayar cicilannya”
Tentang pekerjaan: “Iya…gaji suamiku sih Alhamdulillah cukup, 7 juta perbulannya”
Tentang makanan: “Eh udah nyobain topping pizza terbaru di p******t belum?”
Dan masih banyak tentang-tentang lainnya…
besok kita jalan-jalan ke Bogor yuk?”
“Idih…biaya segitu aja ko gak mampu melunasi sih, kan udah murah banget…”
“ihh…perasaan kostumnya hanya itu-itu saja, emang tidak ada baju yang lain?”

====================================

Tanpa kita peduli… tanpa kita sadari…
Ada seorang saudara kita diam di sudut sana…
Hanya mengiyakan, hanya tersenyum masam, hanya diam tidak berkomentar…
Hatinya perih, mungkin mulai terinvasi rasa iri…
Tapi kita benar-benar tidak merasa, karena kita mengganggap semua orang sama…selalu berkecukupan seperti kita, seberuntung kita…padahal tidak…

===================================

Apa mau dikata…
Ketika memang ekonomi hanya sebatas cukup. Ketika uang memang tidak punya meski sepeser. Ketika memang hanya punya baju bagus satu-satunya…

Maka kita tidak bisa memaksa bahkan sekedar menghakimi…
=================================

Apa daya…
Gaji suaminya tidak pernah menyentuh 1 juta dalam sebulan, kendaraan yang mampu dimiliki hanya sepeda roda dua yang butut, uang 50 ribu baginya adalah segala-galanya…
Tapi setiap hari berada di dekat kita yang mungkin dengan sedikit angkuhnya kita saling membicarakan kelebihan diri masing-masing…

=======================================
Lihatlah di sekitar kita…
Seorang teman dekat yang suaminya bekerja serabutan
Seorang saudara yang kontrakannya berada di ujung jalan sempit dan kumuh
Bisakah kita tidak selalu membicarakan kelebihan kita?
Seberapa pekakah kita terhadap mereka?

4 Tanggapan to “> KEPEKAAN YANG MEMUDAR”

  1. bundamahes 19 April 2010 pada 6:50 am #

    fenomena yang sering saya temui di dunia kerja, tapi seringnya saya yang menjadi “korban” hahaha…

  2. pujohari 22 April 2010 pada 1:45 am #

    keprihatinan yang nyaris dijumpai hampir pada semua komunitas….Jadi ingat Ust. Budi yang sudah dari dulu-dulu mengingatkan…

  3. ladynusantara 22 April 2010 pada 6:34 am #

    terbukti..diam memang selalu lebih baik drpd berkata yg percuma

    tetapi, sy pribadi seringkali sukar menahan diri dr berkata yg sia-sia..
    semoga…

    • rista 22 April 2010 pada 2:48 pm #

      iya..sama puput…saya juga terkadang masih susah untuk lebih baik diam…
      tapi kita musti belajar kan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: