Kematian Janin Dalam Kandungan

19 Jun

Untuk kesekian kalinya ada keluarga pasien yang bertanya (meminta tepatnya) agar keluarganya (si pasien) segera dioperasi saja karena khawatir bayi yang telah meninggal dalam kandungan itu berpengaruh buruk bagi ibunya. Saya sangat memahami kekhawatiran yang seperti itu. Dimana ketika seorang pasien didiagnosa mengalami IUFD/ intra uterine fetal death (kematian janin dalam kandungan) maka yang dirasakan selain kesedihan adalah kekhawatiran. “Bayinya kan sudah tidak ada suster…apa tidak sebaiknya si bayi cepat dilahirkan kalau perlu dioperasi?karena kita takut membahayakan si ibu?” “Suster, kenapa sih kok gak segera lahir? Dioperasi saja deh!” “Suster, ibunya kan bisa keracunan! Operasi saja lah!” Begitulah berbagai macam ekspresi keluarga pasien yang mengalami IUFD. Dan berkali-kali juga, saya selalu menjelaskan dengan jawaban yang pada intinya sama. Bahkan ada seorang keluarga pasien yang keukeuh minta operasi saja saat kerabatnya mengalami IUFD, padahal usia kehamilannya masih 28 minggu, bayinya masih terlalu kecil belum ada 1kg, yang itu berarti sangat mungkin bisa lahir normal! So, ngapain gitu harus dioperasi?? Kalau dalam pandangan medis kondisi kehamilan yang seperti itu (usia kehamilan 28minggu, bayi 1 kg, IUFD, dan tidak ada kelainan pada ibunya) maka tidak ada indikasi dilakukan operasi Caesar. Yang ada kalau operasi adalah: efek ke depan bagi ibunya kurang bagus (padahal si bayi juga sudah tidak ada, jadi tidak ada yang dibela-belain) yaitu tidak bisa segera hamil secepatnya karena ada bekas luka operasi, sakit berkepanjangan pasca operasi, proses pemulihan yang cenderung lebih lama daripada lahiran normal, dan masih banyak lainnya. Karena itu penanganan IUFD (kalau tidak ada penyulit) selalu diutamakan persalinan pervaginam (normal) dulu. Karena memandang jauh ke depan untuk ibunya…


Nah apakah IUFD itu sendiri? Menurut sumber yang saya baca IUFD adalah kematian yang terjadi saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu dimana janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau lebih. Umumnya kematian janin terjadi menjelang persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki 8 bulan. Adapun beberapa penyebab IUFD adalah:

  • Ketidak cocokan golangan darah, rhesus ibu dan bayinya
  • Gerakan bayi yang berlebihan
  • Berbagai penyakit pada ibu hamil
  • Kelainan kromosom
  • Trauma saat hamil
  • Infeksi pada ibu hamil
  • Kelainan bawaan bayi

Untuk lebih jelasnya tentang IUFD bisa dibaca di sini.
Yang saya ingin soroti dalam tulisan ini adalah proses penanganan secara psikis. Sehingga diharapkan pembaca sekalian tidak terlalu khawatir dan terburu-buru mengambil keputusan jika ada kerabatnya (semoga tidak) yang mengalami IUFD.
Jadi pada prinsipnya, IUFD memang harus segera dilahirkan. Tapi itu tidak berarti seketika hari itu juga harus lahir. Selain itu kondisi bayi yang sudah meninggal memang berpengaruh pada lamanya proses persalinan karena bayi yang sudah meninggal dalam rahim tidak bisa lagi memberi tekanan pada jalan lahir sehingga akan berpengaruh terhadap lamanya proses pembukaan jalan lahir. Karena itu, proses persalinan IUFD pada umumnya lebih lama daripada proses persalinan yang bayinya masih hidup. Malah ada yang sampai berhari-hari. Tapi itu tidak masalah, selama kematian bayi itu tidak lebih dari 2 minggu maka tidak akan menimbulkan efek (keracunan bagi ibunya). Dan sangat jarang terjadi kasus IUFD itu tidak lahir melebihi 2 minggu. Karena tubuh mausia sudah diprogram sedemikian sempurnanya oleh Allah. Jika terjadi IUFD, maka secara alami tubuh akan merespon dengan berusaha mengeluarkan “sesuatu yang asing” tersebut.
Jadi…

  • Proses persalinan IUFD diprioritaskan untuk lahir normal dulu dengan catatan tidak ada penyulit untuk lahir normal (menimbang untuk efek ke depan bagi si ibu).
  • Sabar adalah kunci penanganan proses persalinan IUFD.. jangan terburu-buru meminta operasi karena akan menimbulkan efek kurang menguntungkan bagi ibunya kelak. Padahal si bayi sudah tidak ada.
  • Berikan dukungan moril pada pasien yang mengalami IUFD tersebut, tapi sebaiknya jangan terlalu banyak yang membesuk saat pasien belum bersalin. Karena dikhawatirkan semakin banyak yang berkunjung, semakin banyak simpati, semakin banyak tangisan, semakin banyak kekhawatiran akan membuat si pasien semakin down, akan membuat si pasien dan keluarganya bertambah panik sehingga akhirnya minta segera operasi saja.
  • Percayakan penanganan pada dokter dan perawat, jangan lantas kekhawatiran tersebut membuat persepsi yang tidak-tidak dan terburu-buru, jika memang belum terlalu jelas tanyakan saja pada dokter dan perawatnya.
About these ads

6 Tanggapan to “Kematian Janin Dalam Kandungan”

  1. wiwikbasuki 20 Juni 2010 pada 11:17 am #

    Hhmm info mantabs. Anyhow 9 bln masa mengandung itu emang komplit ya… ada deg-degan, seneng, muneg2, ngidam.

  2. rista 20 Juni 2010 pada 4:09 pm #

    tambah satu lagi mbak…
    suka sering mimpi udah mau melahirkan…
    hahaha… :-P

  3. Asop 21 Juni 2010 pada 8:52 am #

    Gimana ya supaya hal ini tidak menimpa banyak wanita di Indonesia? :(

  4. rista 22 Juni 2010 pada 12:10 pm #

    seharusnya dengan pembelajaran diri, menyempatkan waktu untuk meg-update kabar terbaru…teratur kontak dengan petugas kesehatan….

  5. rudy 5 Desember 2010 pada 5:21 pm #

    supaya sluruh wanita tdak mngalami msalah tntng IUfd tu, kta hrus ksih informasi atau pngethuan mslah pxebab IUFD tsb utk wnita hamil diskitar kta…

  6. john_tor 13 Februari 2011 pada 1:53 am #

    klo lewat jalan normal tu yg disebut di kuret t mbak??berapa lama karak antara udah tau klo IUFD ma harus (benar2 harus) dikeluarkan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: