> PERLUKAH USG TIAP BULAN ?

1 Apr

Selayaknya bahagia menyambut kehamilan, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan kehamilan tersebut pasti akan dijalani dengan penuh suka cita. Salah satunya adalah tentang pemeriksaan kehamilan. Suatu hal di masa sekarang ini menjadi kewajiban bagi sebagian besar pasangan. Bicara mengenai pemeriksaan kehamilan, maka terkait juga dengan pemeriksaan USG. Di masa sekarang ini seolah-olah pemeriksaan USG menjadi keharusan setiap bulannya. Nah apakah sebenarnya memang diperlukan pemeriksaan rutin dengan USG setiap bulannya? Hal inilah yang akan dikupas dalam pembahasan berikut.

USG (Ultra Sono Graphy) merupakan suatu alat yang digunakan untuk memeriksa kondisi bagian dalam dari organ tubuh kita. Misalkan jantung, perut, ginjal, rahim, dan lainnya. Alat ini menggunakan gelombang bunyi dalam cara kerjanya (jadi salah persepsi kalau terlalu sering USG bisa berakibat buruk bagi kehamilan, karena USG ini tidak menggunakan gelombang sinar seperti yang terdapat pada pemeriksaan X-ray/ rontgen).

Nah, pada masa sekarang ini pemeriksaan USG sudah menjadi keharusan bagi setiap pasangan. Namun sebenarnya tidaklah menjadi harus untuk setiap bulannya. Idealnya pemeriksaan dengan menggunakan USG ini minimal dilakukan tiga kali selama kehamilan. Yaitu pada awal-awal kehamilan, trimester kedua, dan mendekati masa-masa persalinan. Kenapa di awal kehamilan? Pada awal kehamilan selain menggunakan tespack (tes Hcg-urine) untuk mengetahui kehamilan positif apa tidak, sebaiknya perlu ditunjang dengan pemeriksaan USG. Dengan USG akan didapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi rahim ataupun kehamilannya. Jadi diagnosa komplikasi-komplikasi di kehamilan trimester pertama bisa lebih cepat diketahui. Seperti Blighted Ovum (BO)1, kematian mudigah, abortus, kehamilan mola2,kehamilan ektopik (KET)3, dan yang lainnya. Sehingga tindakanpun bisa cepat disesuaikan dengan harapan tidak terjadi komplikasi lanjutan yang lebih parah seperti perdarahan bahkan kematian.

Sementara di trimester kedua (sekitar 7 bulan/ 28 minggu) USG penting untuk mengetahui posisi janin (normal, sungsang, melintang), cacat bawaan si bayi (biasanya sudah bisa terlihat) dan kondisi di dalam rahim (letak plasenta4). Sehingga dengan data yang lebih awal diketahui, maka bisa segera dilakukan penanganan yang sesuai dengan kondisi tersebut di atas. Seperti misalnya posisi sungsang, maka si ibu akan dianjurkan berlama-lama dalm posisi sujud untuk memutar posisi bayinya sehingga diharapkan bisa menjadi normal kembali (kepala bayi menjadi di bawah). Hal ini akan sulit dilakukan jika usia kehamilan sudah mencapai 32 minggu. Contoh lain adalah diketahuinya posisi plasenta tidak pada tempat semestinya. Misal menutupi jalan lahir yang biasa disebut plasenta previa. Maka si ibu akan diberi nasehat untuk berhati-hati dengan keluhan yang berkaitan dengan perdarahan dari jalan lahir, dan akan disiapkan kemungkinan persalinannya nanti melalui operasi Caesar (tidak mungkin lahir normal karena akan memicu perdarahan banyak yang bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi). Bonus lainnya pada pemeriksaan USG di masa ini adalah bisa dilihat (dengan lebih jelas) jenis kelamin bayinya.

Selanjutnya di trimester akhir atau menjelang persalinan, USG penting untuk meninjau sekali lagi tentang posisi terakhir si bayi, letak plasenta dan kondisinya, jumlah air ketuban, sehingga bisa diputuskan untuk bersalin dengan metode-metode tertentu ( normal, induksi, Caesar) sesuai dengan kondisi masing-masing.  Misal pasien dengan oligohidramnion5 parah maka tidak disarankan melahirkan dengan cara alami, maupun induksi. Jadi metode yang terbaik adalah dengan jalan operasi. Apalagi jika diketahui plasentanya sudah mengalami pengapuran.

Seperti itulah evaluasi dengan menggunakan USG yang sedapat mungkin dijalani. Minimal tiga kali selama masa kehamilan. Namun seandainya pasangan menginginkan pemeriksaan USG rutin tiap bulannya maka tidak menjadi sesuatu tindakan yang merugikan. Bahkan dokter akan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan janin tersebut tiap bulannya.

1kehamilan yang tidak berkembang janinnya

2hamil anggur (kehamilan yang tidak berkembang, baik jaringan plasenta maupun janinnya)

3kehamilan yang tidak tumbuh pada tempat semestinya, bisa di lapisan dinding perut, tuba falopii, dll

4ari-ari

5cairan ketuban yang sedikit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: